Indonesia adalah sebuah nyata tentang keberagaman suatu bangsa dengan keindahan adat budaya setiap sukunya, kecantikan alamnya, serta kemajemukan kepercayaan yang dianut dan diyakini oleh anak bangsanya. Semua terpasang indah dalam suatu bingkai, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
NKRI bak sebuah taman yang terdiri dari bermacam-macam jenis bunga, dengan warna yang beragam, serta wangi yang berbeda-beda pula. Suatu anugerah di muka bumi yang patut kita syukuri. Banyak cara untuk melakukan itu, salah satunya adalah dengan merawat keindahan taman tersebut.
Begitu pula dengan NKRI. Tumbuhnya kesadaran akan wujud keberagaman, akan mampu membangkitkan semangat untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, merawat keberagamannya, sehingga tidak akan bisa terpecah dan akhirnya hancur.Setiap kita, anak bangsa NKRI mempunyai kewajiban akan hal tersebut. Saling menghormati, tolong menolong, menghargai setiap perbedaan yang ada menjadi landasan untuk merawat keberagaman di dalam NKRI.
Oleh sebab itu, dalam menyambut ulang tahun Gereja St. Paskalis dan Tahun Persatuan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), pada tanggal 26 Mei 2018 diselenggarakan acara Sambung Rasa Anak Bangsa, yang menghadirkan narasumber Alissa wahid sebagai Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, hadir juga Dr. H. Abdul Mu'ti M. Ed. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, dan Romo Felix Supranto SSCC yangs eorang praktisi kerukunan umat beragama. Acara ini dimoderatori oleh seorang Sosiolog yang juga merupakan Guru Besar Universitas Indonesia yaitu Prof. Paulus Wirutomo.
Perbedaan bukan persoalan
Tapi Rahmat untuk persatuan
Di bawah Pancasila kita berada
Bhinneka tunggal Ika
Kita Bhinneka Kita Indonesia
Bersatu membangun bersama
Kita bhinneka kita Indonesia
Mari Amalkan Pancasila
Mari Amalkan Pancasila
NKRI bak sebuah taman yang terdiri dari bermacam-macam jenis bunga, dengan warna yang beragam, serta wangi yang berbeda-beda pula. Suatu anugerah di muka bumi yang patut kita syukuri. Banyak cara untuk melakukan itu, salah satunya adalah dengan merawat keindahan taman tersebut.
Begitu pula dengan NKRI. Tumbuhnya kesadaran akan wujud keberagaman, akan mampu membangkitkan semangat untuk tetap menjaga keutuhan NKRI, merawat keberagamannya, sehingga tidak akan bisa terpecah dan akhirnya hancur.Setiap kita, anak bangsa NKRI mempunyai kewajiban akan hal tersebut. Saling menghormati, tolong menolong, menghargai setiap perbedaan yang ada menjadi landasan untuk merawat keberagaman di dalam NKRI.
Oleh sebab itu, dalam menyambut ulang tahun Gereja St. Paskalis dan Tahun Persatuan Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), pada tanggal 26 Mei 2018 diselenggarakan acara Sambung Rasa Anak Bangsa, yang menghadirkan narasumber Alissa wahid sebagai Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian, hadir juga Dr. H. Abdul Mu'ti M. Ed. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, dan Romo Felix Supranto SSCC yangs eorang praktisi kerukunan umat beragama. Acara ini dimoderatori oleh seorang Sosiolog yang juga merupakan Guru Besar Universitas Indonesia yaitu Prof. Paulus Wirutomo.
Dalam acara ini, Alissa Wahid memaparkan bahwa saling menghormati dalam menjalankan ibadah itu indah. Tuhan yang kita sembah adalah sama, hanya cara beribadahnya saja yang berbeda. Dan diakhir paparannya, Alissa mengingatkan kembali pesan ayahnya, Gus Dur, bahwa semakin besar perbedaan, semakin dapat dicari titik persamaannya; apa yang sudah berbeda jangan disama-samakan, begitu pula apa yang sudah sama jangan dibeda-bedakan.
Pada kesempatan ini, RomoFelix menjelaskan mengenai sembilan budaya 'kekitaan' yang sangat bisa dipakai untuk Indonesia dalam merawat keberagaman:
1. Kehidupan
2. Kemajemukan
3. Inklusifitas
4. Solidaritas
5. Toleransi
6. Persaudaraan
7. Dialog
8. Kebenaran
9. Kasih
Dan acara diakhiri dengan lagu penutup Kita Bhinneka Kita Indonesia, yang syairnya kurang lebih seperti ini:
Perbedaan bukan persoalan
Tapi Rahmat untuk persatuan
Di bawah Pancasila kita berada
Bhinneka tunggal Ika
Kita Bhinneka Kita Indonesia
Bersatu membangun bersama
Kita bhinneka kita Indonesia
Mari Amalkan Pancasila
Mari Amalkan Pancasila
kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama , kebersamaan yang indah, keberagaman yang menjadi suatu kebahagiaan serta rahmat bagi semua yang hadir pada saat itu. Terimakasih Tuhan atas silaturahmi yang telah tercipta, kami akan menjaga amanahmu sebaik-baiknya yaitu keberagaman Indonesia.


