Powered By Blogger

Search This Blog

Followers

Pages

Total Pageviews

Popular Posts

Wednesday, 22 January 2020

ARUNG MALAM

Saat malam itu memuai
Kutemui keagunganMu dalam sahaja
Saat malam itu merekah
Kujumpai kebesaranMu  dalam diam

Sempat kusangsikan berkali-kali cintaMu
Pernah kuabaikan berulang-ulang namaMu
Lalu kututup mataku dari pandanganMu


Dan...

Saat malam itu makin pekat

Kudatangi rumahMu dengan hati yang patah

Kala malam itu meninggi

Kudapati hadirMu dengan rindu yang menggebu


Ternyata..

Aku tak dapat melalui hitam tanpa cintaMu

Aku tak bisa menempuh kelabu tanpa menyebut namaMu

Aku tiada sanggup melewati pagi dan malamku tanpa mata cahayaMu



Aku takluk,


Aku berserah,


Aku jatuh di kedalaman cinta dan rahmatMu.





Rahayu,
Omah Ijo, November 2019.










Sunday, 12 January 2020

KIDUNG LURUNG.

Jalan itu berliku,
               berteman gelap,
               berawan pekat,

Jalan itu berlidah kelu,
               bernaung kelabu,
               seperti membatu,

Aku tak mampu berlalu,
Aku tak sanggup bertumpu,

Beku..
Kaku..
Jatuh..
Runtuh..

Kupertanyakan padaMu, mengapa jalan itu harus kutempuh?

Kupertanyakan padaMu, mengapa jalan itu seperti udara yang bahkan tak ingin kuhirup?

Kupertanyakan padaMu, bagaimana jika aku tak ingin melalui jalan itu?

Dimana ada jalan lain yang bisa kutemukan?

Engkau mendengarku?
Engkau melihatku?
Engkau mengetahuiku?

Aku menjauh,

Aku pergi,

Aku berlari,

Aku kalut,

Alu takut,

Aku berbalut luka,

Aku riuh enggan menerima,


Hingga tiba pada satu lorong panjang,

Aku lelah menjauh,
Aku pergi tak menentu
Aku lelah berlari

Aku menepi, kembali pada jalan itu,

Jalan yang perlahan kupahami menjadi sebaik-baiknya kehendakMu, atas detak nadiku,

Jalan yang perlahan kurasakan menjadi sebenar-benarnya hadirMu, ketika kusebut kembali namaMu,

Jalan yang perlahan kulihat menjadi seterang-terangnya cahayaMu, saat gelap menghampiriku,

Jalan yang perlahan kuyakini sebaik-baiknya rahmatMu, ketika aku tak mampu lagi menjauh, pergi, dan berlari,

............................................

"Fa inna ma'al-'usri yusraa'
"Inna ma'al-'usri yusraa"
"Fa iza faragta fansab"
"Wa ilaa rabbika fargab"

Perkenankan aku atas ampunanMu,

Mampukan aku di jalan itu,

Mampukan aku di jalanMu,

Mampukan aku atas segala jalan cintaMu..



Rahayu,
Omah Ijo, November 2019.








               

Thursday, 9 January 2020

KERIS LANGIT (SUDUK KETAWANG)




Langit tak perlu menampakkan bahwa dirinya adalah cahaya,

Dia telah mampu menghidupkan hatiku yang hampir mati,
Dia datang kepada jiwaku yang takut akan gelap,

Langit tak perlu menjelaskan bahwa dirinya teramat luas,

Dia menapaki sukmaku tanpa sekat,
dengan kasih yang tiada bias,
Dia menyelimuti ragaku yang berurai mantra,
tanpa beda hitam atau putih,

Langit tak usah menandakan bahwa dirinya adalah kekuatan,

Dia jadikan langkahku tegap setia pada kehidupan,
lalu berjalan menempuh angin, menembus kabut dan derasnya hujan,



Langit tak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi...


Rahayu,
Omah Ijo, 4 Desember 2019.






Sunday, 5 January 2020

TAKDIR NADIKU






Aku adalah akar yang meranggas,
yang mencari tanah hidupku
diantara ruang yang tak kupahami.


Engkau menemaniku dalam kelopak mata gelap yang ranum,

Engkau membimbingku pada batin kelu yang selalu rindu asma Mu.


Hingga di persimpangan,
kuucap mantra-mantra hati dengan syahdu,


Maha Pengasih,


Maha Penyayang,


Maha Mengetahui,


Maha Daya,


Aku bersama takdir nadiku, yang berserah kepada Mu.



- Parangkusumo, 19 April 2019 -


SEKEPING HARAPAN


Saturday, 4 January 2020

MURID AGESANG

Paginya dijahit secangkir kopi,

dilekat kuat oleh sekumpulan aksara yang menguap,

lalu terbang tinggi seperti kupu-kupu kecil yang cantik,


menghamba pada langit yang Maha Luas,

memohon cinta pada yang Maha Pengasih.



- Omah Ijo, Januari 2020 -









TERUNTUK RINDU (NADA SAMASTA)

Teruntuk rindu yang sudah kusampaikan kepada Nya...


Siapa saja yang membaca ini,

semoga Tuhan menjadikanmu sedikit resah,

banyak bahagianya,

banyak sehatnya,

dan (lebih sering) baik-baik saja.


Dan semoga kamu tahu,

bahwa Tuhan menjagamu,

sebaik Tuhan menjagaku pada malam-malam lalu yang penuh bintang.



- Nada Samasta, Omah Ijo, Januari 2020-