Powered By Blogger

Search This Blog

Followers

Pages

Total Pageviews

Popular Posts

Wednesday, 28 December 2011

KEBERPIHAKAN KEPADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN

Penanganan kasus di Indonesia ternyata masih terlihat jelas, tidak berperspektif korban. Contoh, kasus perkosaan di dalam angkutan umum (angkot) yang menimpa perempuan bernama "R" di Depok. Penyikapan kasus masih hanya membahas sekitar penyebaran sketsa wajah, dan pencabutan ijin trayek angkot yang dipakai pelaku sebagai tempat melakukan kejahatannya.

Lalu bagaimana dengan bantuan untuk korban kekerasan seperti ini, bagaiaman upaya rehabilitasi/pemulihannya, hingga pemberdayaan ekonominya kembali? Perempuan "R" adalah salah satu dari sekian banyak perempuan yang ikut membantu mencari nafkah rumah tangga dengan bekerja sebagai penjual sayur, beranak balita usia 1 tahun yang masih menyusu pada ibunya. Suaminya sudah tidak bisa bekerja secara maksimal, setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kota (PemKot) dimana "R" tinggal seharusnya tidak lagi dikabarkan sedang mengusahakan biaya-biaya pengobatan untuk "R" (yang sekarang sedang dirawat di RS.Polri,Kramat Jati). Perintah dari Undang Undang no 23/2004, pemerintah harus menyediakan dana-dana untuk keperluan semacam itu dari Anggaran Pendapatan & Belanja Daerah). Seluruh institusi dalam pemerintahan sudah seharusnya tahu (familiar) dengan UU tersebut. Jadi tidak ada lagi pernyataan: .....masih mencari solusi pembiayaan, atau...barangkali sedang diusahakan Pemda, atau mungkin pernyataan-pernyataan lainnya (baca di Kompas, Sabtu, 17 Desember, 2011; Pemerkosaan di Angkot: Korban Masih Biayai Pengobatan Sendiri).

Nampaknya peringatan 16 Hari Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan&Anak Sedunia (25 Nov-10 Des) kemarin; di Indonesia khususnya belum punya dampak yang luas dan pemahaman yang maksimal di kalangan birokrat. Dalam kajian Kriminologi pula disebutkan bahwa dalam menganalisa suatu kejahatan, korban adalah bagian yang tidak bisa terpisahkan (Von Hentig, H. Mannheim dan Paul Cornil: kriminologi merupakan ilmu pengetahuan yang menganalisis tentang kejahatan dengan segala aspeknya, termasuk korban), tidak hanya mengenai kejahatan itu sendiri, pelaku dan hukumannya saja. Keberpihakan kepada korban juga sudah diatur dalam sebuah UU. Dan di masing-masing daerah juga harus ada apa yang disebut dengan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak), yang notabene tugasnya adalah memberikan bantuan untuk korban kekerasan seperti ini dan juga upaya rehabilitasinya termasuk pemberdayaan ekonomi kembali.

Masih panjang dan banyak yang harus dilakukan pemerintah dalam menangani, menyikapi kasus-kasus semacam ini. Pemberdayaan kembali perempuan korban kekerasan harus dilakukan secara menyeluruh dan tuntas, agar perempuan korban kekerasan dapat menjalani kehidupannya kembali di masyarakat.


(hanya sebuah catatan kecil yang tercecer kemarin di Scooby Doo-ku, 29 Desember 2011)

Friday, 2 December 2011

KEKUATAN

Dari mata itu
Dari senyum itu
Dari tangis itu
Dari mimpi itu
Dari semuanya yang mereka punya

Wangi yang tiada tepi
Suci yang selalu abadi
Tawa yang tak pernah usang

Semua untukku
Semua bagiku
Hanya padaku
Mereka....kekuatan luar biasa
Hingga akhirku


(...Salihara,saat bersama sahabat lama,Nov 2011)

Tuesday, 31 May 2011

SUDAH...!!! SELESAI...!!!

Sudah, itu sudah berakhir...

Sudah, ini sudah sirna...

Sudah, semua sudah terhempas...


Selesai...!!! Kita bangkit kembali...


(te houden op de geest...et Gg.Nangka, Mei 2011)

TENTANG SEORANG LELAKI

Lelaki di tepi malam
apa kabar kau disana?

Keberadaanmu menoreh luka

Ketakutanmu mencipta lara

Perjalananmu adalah sesal abadi


Lelaki di ambang sunyi
ada apa denganmu disana?

Ke-egoanmu menggambar dusta

Kekhilafanmu membuat angkara

Perjalananmu ialah maaf tiada henti



(antara ada dan tiada...Omah Ijo, May 2006)

KAU

Kau bilang sayang

Kau rayu bintang

Kau petik rembulan

lalu...kau buang di jalan...



(ada apa denganmu Tuan..? Omah Ijo, Mei 2006)

ARTIMU

Ketiadaanmu bukan berarti sedihku
Kehampaanmu tidak berarti tangisku
Kenihilanmu tak berarti sesalku


namun...

Kehilanganmu adalah sebenarnya lukaku


(Pulogadung 31 tahun lalu... Omah Ijo, Mei 2006)

Thursday, 5 May 2011

SI BAGAS

Namanya Bagas, anak laki-laki yang berumur 12 tahun sudah hampir sebulan ini menjadi tetangga baik di kontrakan, tepatnya di pintu sebelah. Dia anak laki-laki bungsu seorang perempuan yang akrab disapa dengan panggilan 'bude Sar'. Bagas masih mengenyam bangku sekolah Taman Kanak Kanak. Ya, sudah bisa diduga, kondisinya memang tidak seperti anak-anak seumurnya. Dengan berjalan agak pincang, dan postur tubuh yang tidak proporsional, ditambah dengan bicara yang tidak jelas, cukup menarik perhatianku dan suami dari awal kami pindah ke tempat itu.

Namun Tuhan tetap dengan sifatnya Yang Maha Adil, dengan segala kekurangannya, seorang Bagas selalu menyapa dengan ramahkami atau siapa saja yang ia kenal. Dua ekor kucing selalu dengans etia menunggu Bagas did epan pintu rumahnya melemparkan sepotong makanan, atau mungkin sekedar menunggu usapan sayang yang selalu diberikan Bagas setiap ia sedang dduduk di terasnya. Bagas selalu tampak ceria ketika sedang bermain dengan teman-temannya yang kebanyakan anak-anak normal. Ia tidak tampak kecil hati ataupun minder dengan kondisinya.

Ibunya pernah bercerita padaku, bahwa kondisi yang diderita Bagas, disebabkan karena ia sering kena sakit panas yang tinggi sewaktu bayi. Bahkan sampai kejang-kejang, istilah itu yang kita kenal dengan 'stip'. Berobat kesana kemari sudah dilakukan sejak dulu, hingga suatu saat, ketika sedang mendatangi seorang dukun untuk terapi pijatnya, bude Sar diberi tahu bahwa anaknya menderita atau terkena apa yang orang-orang dulu sebut dengan "sawan bangkai atau "sawan mayit". Maka badannya sering panas tinggi sampai kejang.

Tetapi lepas dari apapun, semua sudah terjadi. Toh Bagas tetap bisa menikmati dunianya, yaitu dunia anak-anak yang tanpa beban. Yang aku dengar dari bude Sar, setelah lulus Taman Kanak Kanak ini, Bagas mau melanjutkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Aku mendukung sekali. Bagas memang terlihat punya semangat belajar yang tinggi meskipun kondisinya sebagai penyandang cacat mental.

Begitulah Bagas. Semoga Tuhan selalu memberi rahmat untuknya dan keluarga. Dari seorang Bagas pun, aku belajar untuk selalu mensyukuri kehidupan ini.


(terimakasih Bagas.... Gg.Nangka 5 Mei 2011)

Thursday, 28 April 2011

YA atau TIDAK

Kau akan kembali atau tidak?
Katakan ya, dan kurentangkan tangan untuk pelukan
Katakan tidak, maka kukirim mantra-mantra suci
untuk mengampuni segala galau di hati

Kau akan temui aku atau tidak?
Bila tidak, kuhapus semua luka dengan tangisan
Bila ya, semoga engkau masih mengenalku seperti kala itu


(untuk aku yang sedang merindu mereka...Gg.Nangka,28 April 2011)

TERLALU LAMA

Hai apa kabar?
Terlalu lama semua kutinggalkan
Terlalu lama semua kulupakan
Terlalu lama semua kuabaikan


Terlalu lama jiwaku mati


Maaf...


(maafkan aku kupukupucenik.... Gg.Nangka,28April 2011)

BILA???

Semua berdiri tegak di tempatnya
tapi tidak ketika aku mengingatnya
Luluh lantak semua mengoyak jiwa
bila kita berjumpa???


(lebih baik tidak berharap...Gg.Nangka,28 April 2011)

ENGKAU

Engkau yang membuatku ada
Engkau yang mencampakkan pula
Engkau yang merinduku
Engkau juga yang meninggalkanku

Tapi...

Tetap saja,

Engkau adalah lentera cinta yang redup yang entah kapan menyala lagi


(untuk dia yang kutunggu kehadirannya...semoga mendengarku,Depok 28 April 2011)