Sudah, itu sudah berakhir...
Sudah, ini sudah sirna...
Sudah, semua sudah terhempas...
Selesai...!!! Kita bangkit kembali...
(te houden op de geest...et Gg.Nangka, Mei 2011)
Search This Blog
Followers
Pages
Total Pageviews
Popular Posts
-
Kemiskinan adalah akibat dan hasil dari pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia. Dua batas inilah yang mungkin membuat kemiskinan men...
-
Globalisasi pada dasarnya memiliki sebuah arti yaitu proses "pembumian sesuatu". Dalam kaitannya dengan kebudayaan dunia, ia diasu...
-
Namanya Bagas, anak laki-laki yang berumur 12 tahun sudah hampir sebulan ini menjadi tetangga baik di kontrakan, tepatnya di pintu sebelah....
-
Lelaki di tepi malam apa kabar kau disana? Keberadaanmu menoreh luka Ketakutanmu mencipta lara Perjalananmu adalah sesal abadi Lelaki di amb...
-
Jiwaku retak puing-puingnya berserakan terhempas bersama angin hilang di gurun hati yang tandus Kebisuan hanya jawaban di pencarian yang fan...
-
Aku hitam Kamu putih Aku berarak kelabu atas khilafku kamu bersulam putih karena benarmu Aku hitam Kamu putih Aku...
-
Dia hanya bisa menangis hanya bisa meratap hanya ingin tersenyum meski dia tahu bahwa hatinya luka walau dia me...
-
Ombak pantai Nusa Dua memecah telinga kilau laut pun memantul indah bau pasir melekat erat membantuku untuk memahami riwayat syahdu lukisanm...
-
Adjani, kusebut namamu, Kau tidak pernah terwujud dlm nyata Kau tidak tampak dalam pandang mata Kaupun tak teringat manakala luka itu m...
Tuesday, 31 May 2011
TENTANG SEORANG LELAKI
Lelaki di tepi malam
apa kabar kau disana?
Keberadaanmu menoreh luka
Ketakutanmu mencipta lara
Perjalananmu adalah sesal abadi
Lelaki di ambang sunyi
ada apa denganmu disana?
Ke-egoanmu menggambar dusta
Kekhilafanmu membuat angkara
Perjalananmu ialah maaf tiada henti
(antara ada dan tiada...Omah Ijo, May 2006)
apa kabar kau disana?
Keberadaanmu menoreh luka
Ketakutanmu mencipta lara
Perjalananmu adalah sesal abadi
Lelaki di ambang sunyi
ada apa denganmu disana?
Ke-egoanmu menggambar dusta
Kekhilafanmu membuat angkara
Perjalananmu ialah maaf tiada henti
(antara ada dan tiada...Omah Ijo, May 2006)
KAU
Kau bilang sayang
Kau rayu bintang
Kau petik rembulan
lalu...kau buang di jalan...
(ada apa denganmu Tuan..? Omah Ijo, Mei 2006)
Kau rayu bintang
Kau petik rembulan
lalu...kau buang di jalan...
(ada apa denganmu Tuan..? Omah Ijo, Mei 2006)
ARTIMU
Ketiadaanmu bukan berarti sedihku
Kehampaanmu tidak berarti tangisku
Kenihilanmu tak berarti sesalku
namun...
Kehilanganmu adalah sebenarnya lukaku
(Pulogadung 31 tahun lalu... Omah Ijo, Mei 2006)
Kehampaanmu tidak berarti tangisku
Kenihilanmu tak berarti sesalku
namun...
Kehilanganmu adalah sebenarnya lukaku
(Pulogadung 31 tahun lalu... Omah Ijo, Mei 2006)
Thursday, 5 May 2011
SI BAGAS
Namanya Bagas, anak laki-laki yang berumur 12 tahun sudah hampir sebulan ini menjadi tetangga baik di kontrakan, tepatnya di pintu sebelah. Dia anak laki-laki bungsu seorang perempuan yang akrab disapa dengan panggilan 'bude Sar'. Bagas masih mengenyam bangku sekolah Taman Kanak Kanak. Ya, sudah bisa diduga, kondisinya memang tidak seperti anak-anak seumurnya. Dengan berjalan agak pincang, dan postur tubuh yang tidak proporsional, ditambah dengan bicara yang tidak jelas, cukup menarik perhatianku dan suami dari awal kami pindah ke tempat itu.
Namun Tuhan tetap dengan sifatnya Yang Maha Adil, dengan segala kekurangannya, seorang Bagas selalu menyapa dengan ramahkami atau siapa saja yang ia kenal. Dua ekor kucing selalu dengans etia menunggu Bagas did epan pintu rumahnya melemparkan sepotong makanan, atau mungkin sekedar menunggu usapan sayang yang selalu diberikan Bagas setiap ia sedang dduduk di terasnya. Bagas selalu tampak ceria ketika sedang bermain dengan teman-temannya yang kebanyakan anak-anak normal. Ia tidak tampak kecil hati ataupun minder dengan kondisinya.
Ibunya pernah bercerita padaku, bahwa kondisi yang diderita Bagas, disebabkan karena ia sering kena sakit panas yang tinggi sewaktu bayi. Bahkan sampai kejang-kejang, istilah itu yang kita kenal dengan 'stip'. Berobat kesana kemari sudah dilakukan sejak dulu, hingga suatu saat, ketika sedang mendatangi seorang dukun untuk terapi pijatnya, bude Sar diberi tahu bahwa anaknya menderita atau terkena apa yang orang-orang dulu sebut dengan "sawan bangkai atau "sawan mayit". Maka badannya sering panas tinggi sampai kejang.
Tetapi lepas dari apapun, semua sudah terjadi. Toh Bagas tetap bisa menikmati dunianya, yaitu dunia anak-anak yang tanpa beban. Yang aku dengar dari bude Sar, setelah lulus Taman Kanak Kanak ini, Bagas mau melanjutkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Aku mendukung sekali. Bagas memang terlihat punya semangat belajar yang tinggi meskipun kondisinya sebagai penyandang cacat mental.
Begitulah Bagas. Semoga Tuhan selalu memberi rahmat untuknya dan keluarga. Dari seorang Bagas pun, aku belajar untuk selalu mensyukuri kehidupan ini.
(terimakasih Bagas.... Gg.Nangka 5 Mei 2011)
Namun Tuhan tetap dengan sifatnya Yang Maha Adil, dengan segala kekurangannya, seorang Bagas selalu menyapa dengan ramahkami atau siapa saja yang ia kenal. Dua ekor kucing selalu dengans etia menunggu Bagas did epan pintu rumahnya melemparkan sepotong makanan, atau mungkin sekedar menunggu usapan sayang yang selalu diberikan Bagas setiap ia sedang dduduk di terasnya. Bagas selalu tampak ceria ketika sedang bermain dengan teman-temannya yang kebanyakan anak-anak normal. Ia tidak tampak kecil hati ataupun minder dengan kondisinya.
Ibunya pernah bercerita padaku, bahwa kondisi yang diderita Bagas, disebabkan karena ia sering kena sakit panas yang tinggi sewaktu bayi. Bahkan sampai kejang-kejang, istilah itu yang kita kenal dengan 'stip'. Berobat kesana kemari sudah dilakukan sejak dulu, hingga suatu saat, ketika sedang mendatangi seorang dukun untuk terapi pijatnya, bude Sar diberi tahu bahwa anaknya menderita atau terkena apa yang orang-orang dulu sebut dengan "sawan bangkai atau "sawan mayit". Maka badannya sering panas tinggi sampai kejang.
Tetapi lepas dari apapun, semua sudah terjadi. Toh Bagas tetap bisa menikmati dunianya, yaitu dunia anak-anak yang tanpa beban. Yang aku dengar dari bude Sar, setelah lulus Taman Kanak Kanak ini, Bagas mau melanjutkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB). Aku mendukung sekali. Bagas memang terlihat punya semangat belajar yang tinggi meskipun kondisinya sebagai penyandang cacat mental.
Begitulah Bagas. Semoga Tuhan selalu memberi rahmat untuknya dan keluarga. Dari seorang Bagas pun, aku belajar untuk selalu mensyukuri kehidupan ini.
(terimakasih Bagas.... Gg.Nangka 5 Mei 2011)
Subscribe to:
Comments (Atom)
