Ketika suara kami tidak pernah terdengar
Ketika derita kami telah jadi deretan angka-angka
Kami tak mau menangis lagi
Hidup di depan akan kami isi dengan tangan sendiri
Sebab perempuan adalah ibu dari peradaban
Kami disini setegar Cut Nyak Dhien, setabah Cut Meutia, segagah Laksamana Malahayati
Kami sepandai R.A Kartini, secerdas Dewi Sartika
Maka kami tidak pernah menyerah.....
(ketika kami mendapati semua pintu telah tertutup... Omah Ijo, Januari 2007)
Search This Blog
Followers
Pages
Total Pageviews
Popular Posts
-
Kemiskinan adalah akibat dan hasil dari pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia. Dua batas inilah yang mungkin membuat kemiskinan men...
-
Globalisasi pada dasarnya memiliki sebuah arti yaitu proses "pembumian sesuatu". Dalam kaitannya dengan kebudayaan dunia, ia diasu...
-
Namanya Bagas, anak laki-laki yang berumur 12 tahun sudah hampir sebulan ini menjadi tetangga baik di kontrakan, tepatnya di pintu sebelah....
-
Lelaki di tepi malam apa kabar kau disana? Keberadaanmu menoreh luka Ketakutanmu mencipta lara Perjalananmu adalah sesal abadi Lelaki di amb...
-
Jiwaku retak puing-puingnya berserakan terhempas bersama angin hilang di gurun hati yang tandus Kebisuan hanya jawaban di pencarian yang fan...
-
Aku hitam Kamu putih Aku berarak kelabu atas khilafku kamu bersulam putih karena benarmu Aku hitam Kamu putih Aku...
-
Dia hanya bisa menangis hanya bisa meratap hanya ingin tersenyum meski dia tahu bahwa hatinya luka walau dia me...
-
Ombak pantai Nusa Dua memecah telinga kilau laut pun memantul indah bau pasir melekat erat membantuku untuk memahami riwayat syahdu lukisanm...
-
Adjani, kusebut namamu, Kau tidak pernah terwujud dlm nyata Kau tidak tampak dalam pandang mata Kaupun tak teringat manakala luka itu m...
Tuesday, 6 May 2008
Saturday, 29 March 2008
TENTANG AKU
Aku datang dari serpihan kelabu
mengarungi samudera mimpi
yang meluapkan benci
menembus gelombang rindu
yang membawa asa
menuju dunia yang tidak pernah kumengerti
bahkan untuk menyentuhnya
Sepotong cinta menemaniku
mengartikan samudera mimpi maha luas
menepis benci yang meluap
melewati gelombang rindu maha dahsyat
untuk mewarnai asa yang kupunya
(selalu rindu bintang walau benci begitu kelabu... Omah Ijo, 25 Juli '07)
mengarungi samudera mimpi
yang meluapkan benci
menembus gelombang rindu
yang membawa asa
menuju dunia yang tidak pernah kumengerti
bahkan untuk menyentuhnya
Sepotong cinta menemaniku
mengartikan samudera mimpi maha luas
menepis benci yang meluap
melewati gelombang rindu maha dahsyat
untuk mewarnai asa yang kupunya
(selalu rindu bintang walau benci begitu kelabu... Omah Ijo, 25 Juli '07)
Saturday, 12 January 2008
AKU CINTA
Aku cinta Republik ini
dengan segenap hatiku
tanpa melihat semua perbedaan
yang ada padanya
Dan aku menyayangi Republik ini
atas nama jiwa dan hati yang gelisah
karena perginya cinta
yang dimilikinya
dengan segenap hatiku
tanpa melihat semua perbedaan
yang ada padanya
Dan aku menyayangi Republik ini
atas nama jiwa dan hati yang gelisah
karena perginya cinta
yang dimilikinya
Friday, 11 January 2008
THE RAINBOW
A rainbow
is the light after storm
A rainbow
is bands of colour,
blended together and suffused with light
A rainbow blends together discrete differences
A rainbow
joins two distant spots
on earth together and touches the heaven
A rainbow
is a metaphor
for all the creatures of the universe
A rainbow
is a dream that can come true
(for the lifetime that i spent off... )
is the light after storm
A rainbow
is bands of colour,
blended together and suffused with light
A rainbow blends together discrete differences
A rainbow
joins two distant spots
on earth together and touches the heaven
A rainbow
is a metaphor
for all the creatures of the universe
A rainbow
is a dream that can come true
(for the lifetime that i spent off... )
A PRAYER
Thank you for blessing the road i walk on
that i'm walking on
i'm sorry for every mistake i fall on
can't help but fall
You've changed this heart in me
and i know, I can always count on you
to give me the signs
in the wind on my face
each time i try to run
From the sight of your grace
from the wrongs i have done
you shine down your light
each time i need a guide
i say to hearts in despair
that there is an answer to a prayer
Give me true love in my life, a peacefull mind
save me from harm
pull me back if i ever try to walk away
don't let me stray
You've changed this heart in me
and i know, i can always count on you
to give me the signs
in the wind on my face
each time i try to run
From the sight of your grace
from the wrongs i have done
you shine down your light
each time i need a guide
say to hearts in despair
that there is an answer to a prayer
(say to hearts in despair, that there is an answer to a prayer...thanks for Anggun and Benzi)
that i'm walking on
i'm sorry for every mistake i fall on
can't help but fall
You've changed this heart in me
and i know, I can always count on you
to give me the signs
in the wind on my face
each time i try to run
From the sight of your grace
from the wrongs i have done
you shine down your light
each time i need a guide
i say to hearts in despair
that there is an answer to a prayer
Give me true love in my life, a peacefull mind
save me from harm
pull me back if i ever try to walk away
don't let me stray
You've changed this heart in me
and i know, i can always count on you
to give me the signs
in the wind on my face
each time i try to run
From the sight of your grace
from the wrongs i have done
you shine down your light
each time i need a guide
say to hearts in despair
that there is an answer to a prayer
(say to hearts in despair, that there is an answer to a prayer...thanks for Anggun and Benzi)
HOW THE WORLD.....
Sometimes we forgot to remember
to learn higher and to aim further
but sometimes we have gone too far
too far to understand who we are
I don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning
Don't know how, don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning around, around
I flew thorugh oceans for clarity
to comprehend more about you and me
i've witnessed joy, I've witness misery
i have seen richness
i've seen poverty
Still I....don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning
don't know how, don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning around, around
(thanks for letting the world keeps turning....for anyone who did it so...)
to learn higher and to aim further
but sometimes we have gone too far
too far to understand who we are
I don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning
Don't know how, don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning around, around
I flew thorugh oceans for clarity
to comprehend more about you and me
i've witnessed joy, I've witness misery
i have seen richness
i've seen poverty
Still I....don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning
don't know how, don't know how
the world keeps turning
but the world keeps turning around, around
(thanks for letting the world keeps turning....for anyone who did it so...)
THE SOCIALIST AND THE SUFFRAGIST
Said the Socialist to the Suffragist :
"My cause is greater than yours!
You only work for a Special Class
We for the gain of the General Mass,
Which every good ensures !"
Said the Suffragist to the Socialist :
"You underrate my cause!
While women remain Subject Class,
You never can move the General Mass,
With your economic laws !"
Said the Socialist to the Suffragist :
"You misinterpret facts,
There is no room for doubt or schism
in Economic determinism----
It governs all our facts !"
Said the Suffragist to the Socialist :
"You men will always find
That this old world will never move
More swiftly in its ancient groove
While women stay behind !"
"A lifted world lifts women up"
The Socialist explained
"You can not lift the world at all
While half of it kept so small,"
The Suffragist maintained.
The world awoke and tartly spoke :
"Your work is all the same ;
Work together or work apart,
Work, each of you, will all your heart
Just get into the game."
C.P. Gilman, 1912
"My cause is greater than yours!
You only work for a Special Class
We for the gain of the General Mass,
Which every good ensures !"
Said the Suffragist to the Socialist :
"You underrate my cause!
While women remain Subject Class,
You never can move the General Mass,
With your economic laws !"
Said the Socialist to the Suffragist :
"You misinterpret facts,
There is no room for doubt or schism
in Economic determinism----
It governs all our facts !"
Said the Suffragist to the Socialist :
"You men will always find
That this old world will never move
More swiftly in its ancient groove
While women stay behind !"
"A lifted world lifts women up"
The Socialist explained
"You can not lift the world at all
While half of it kept so small,"
The Suffragist maintained.
The world awoke and tartly spoke :
"Your work is all the same ;
Work together or work apart,
Work, each of you, will all your heart
Just get into the game."
C.P. Gilman, 1912
JEMBATAN ITU MILIK KITA
Ada Marlina dengan senyumnya yang khas dan selalu diberikan kepadaku, baik dia lagi sedih ataupun senang. Wulan, gadis manis yang selalu bergelayut manja di lenganku, ketika seorang dari anak-anak itu menggodanya. Lain dengan adiknya, Fenny tampak bersikap lebih galak, walau aku tahu bahwa dia juga sering manja ketika menginginkan sesuatu. Lalu ada Andri yang sering tertawa geli sambil memperlihatkan gigi kelincinya ketika melihat hal-hal yang lucu. Begitu juga dengan Dewal, anak itu sering melakukan hobi jahilnya bersama Rian, untuk mengganggu anak-anak yang lain. Walau demikian, tidak jarang pula mereka berkelahi memperebutkan sesuatu, uang, misalnya; sehingga salah satu ada yang menangis. Kris, tampak lebih tenang pembawaannya, selalu berusaha untuk tidak membuat konflik dengan yang lain. Sementara trio pengamen kakak beradik, Mindra, Firman dan Ani, selalu ceria membawakan lagu-lagu mereka di tengah teriknya matahari. Sayang, mereka jarang berkumpul denganku belakangan ini. Mereka lebih sering mengamen dari satu tempat ke tempat lain. Dan kamu Nursanti, berani sekali berkeliaran di bisingnya lalu lintas, dan bernyanyi di perempatan lampu merah, dengan suaramu yang dikalahkan oleh knalpot kendaraan. Begitu pula dengan Suwanto dan Sunaya, kakak beradik yang gemar bermain di derasnya hujan, sementara teman-temanmu yang lain menggigil kedinginan. Berita terakhir yang kudengar, ayah mereka meninggal dunia. Dan sampai saat ini aku belum berjumpa lagi dengan keduanya.
Lalu ada Eet dan Ai, yang masih saudara sekandung dengan Andri, sejak beberapa minggu lalu sudah pulang ke kampung bersama ibunya, karena sudah tidak punya tempat tinggal lagi di Depok. Hanya Andri dan bapaknya yang masih tinggal, itupun tidak jelas dimana. Kemudian ada Bondan, Tumbur dan Ferry yang selalu berbagi cerita denganku, walaupun kita tidak kerap bertemu di jembatan. Begitu juga dengan Ning, Rina, Darini, Nandi, Toto, Ujang, dan masih banyak lagi, yang tidak dapat kusebutkan satu persatu. Mereka hilir mudik di jembatan penyeberangan itu dengan sejuta harapan dan mimpi yang terkoyak.
Ya. Di jembatan itu. Sarana umum penyeberangan untuk pejalan kaki, yang terbuat dari besi dan baja berdiri kokoh antara Terminal Bis dan Plaza Depok. Di tempat itulah aku dan anak-anak bertemu. Disitu pula kami bercengkerama, belajar, bernyanyi, serta bercanda ria. Berbagai macam perasaan telah mereka hadirkan di diriku, yang secara tidak langsung mengajarkan bagaimana mengartikan hidup yang sesungguhnya. Aku tahu, bukan hidup seperti itu yang mereka inginkan. Bukan senyum macam itu yang ingin mereka hadirkan, ketika perut mulai bernyanyi diterjang lapar. Aku tidak tahu, apakah nanti suatu saat mereka akan mengerti atau tidak, mengapa semua itu harus dijalani, sementara orang tua bergantung hidup pada mereka. Aku masih ingat bagaimana senangnya Marlina, ketika dalam sehari berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), dan sesudahnya dia berharap bisa mendapatkan jumlah yang lebih banyak daripada itu. Lalu terbayang pula olehku, raut kusut wajah Andri yang putus asa, karena dalam sehari tidak mendapat uang sepeser pun untuk dibawa pulang. Saat sedang bersama mereka, hatiku sering berkata, "Bukan. Bukan disini tempat kalian semua." "Mengapa kalian masih mengakrabkan diri pada kenyataan yang sesungguhnya tidak ramah dengan kalian?", tanyaku dalam hati. Dan aku mendapati jawaban itu dibalik baju lusuh dan bau yang menyengat, serta kusutnya rambut merah, yang seakan berujar dengan lantang padaku, "Tiada pilihan bagi kami...!!!"
Hari demi hari, aku berusaha utnuk memahami sendiri jawaban-jawaban itu. lalu aku bertanya lagi, "Apakah benar semua ruang tidak memberikan pilihan bagi mereka ?" Sepertinya memang tidak. Mereka atau bahkan kita semua tidak pernah menyadari bahwa sejuta pilihan itu terkubur dalam puing runtuhan harapan, yang seharusnya bisa mereka temui di tengah gelak tawa dan riangnya canda. Mereka tampaknya tidak pernah mencari tahu, mengapa harapan-harapan itu runtuh, dan kenapa pilihan-pilihan itu harus terkubur di dalamnya ? Aku pun tidak tahu lagi, kepada siapa pertanyaan-pertanyaan tadi harus ditujukan. Sama seperti pilihan, selama ini kita semua pun terkubur bersama arus waktu yang menggila. Atau bahkan kita berjalan sambil melindas sisi-sisi kemanusiaan, padahal kita berada pada sisi-sisi tersebut.
Ya. Di jembatan itu. Sarana umum penyeberangan untuk pejalan kaki, yang terbuat dari besi dan baja berdiri kokoh antara Terminal Bis dan Plaza Depok. Di tempat itulah aku dan anak-anak bertemu. Disitu pula kami bercengkerama, belajar, bernyanyi, serta bercanda ria. Berbagai macam perasaan telah mereka hadirkan di diriku, yang secara tidak langsung mengajarkan bagaimana mengartikan hidup yang sesungguhnya. Aku tahu, bukan hidup seperti itu yang mereka inginkan. Bukan senyum macam itu yang ingin mereka hadirkan, ketika perut mulai bernyanyi diterjang lapar. Aku tidak tahu, apakah nanti suatu saat mereka akan mengerti atau tidak, mengapa semua itu harus dijalani, sementara orang tua bergantung hidup pada mereka. Aku masih ingat bagaimana senangnya Marlina, ketika dalam sehari berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp. 35.000,- (tiga puluh lima ribu rupiah), dan sesudahnya dia berharap bisa mendapatkan jumlah yang lebih banyak daripada itu. Lalu terbayang pula olehku, raut kusut wajah Andri yang putus asa, karena dalam sehari tidak mendapat uang sepeser pun untuk dibawa pulang. Saat sedang bersama mereka, hatiku sering berkata, "Bukan. Bukan disini tempat kalian semua." "Mengapa kalian masih mengakrabkan diri pada kenyataan yang sesungguhnya tidak ramah dengan kalian?", tanyaku dalam hati. Dan aku mendapati jawaban itu dibalik baju lusuh dan bau yang menyengat, serta kusutnya rambut merah, yang seakan berujar dengan lantang padaku, "Tiada pilihan bagi kami...!!!"
Hari demi hari, aku berusaha utnuk memahami sendiri jawaban-jawaban itu. lalu aku bertanya lagi, "Apakah benar semua ruang tidak memberikan pilihan bagi mereka ?" Sepertinya memang tidak. Mereka atau bahkan kita semua tidak pernah menyadari bahwa sejuta pilihan itu terkubur dalam puing runtuhan harapan, yang seharusnya bisa mereka temui di tengah gelak tawa dan riangnya canda. Mereka tampaknya tidak pernah mencari tahu, mengapa harapan-harapan itu runtuh, dan kenapa pilihan-pilihan itu harus terkubur di dalamnya ? Aku pun tidak tahu lagi, kepada siapa pertanyaan-pertanyaan tadi harus ditujukan. Sama seperti pilihan, selama ini kita semua pun terkubur bersama arus waktu yang menggila. Atau bahkan kita berjalan sambil melindas sisi-sisi kemanusiaan, padahal kita berada pada sisi-sisi tersebut.
Andri..., Rian..., Dewal..., Wulan..., Bondan..., Eet..., Mindra..., Fenny..., Marlina..., Nursanti..., Ning..., Ferry..., Rina..., dan semuanya.... tetap berikan senyum kalian kepadaku. Bagi semua amarah itu untukku. Begitu juga gelisah, tangis, canda, hingga tawa yang kalian punya,serta segala yang pernah tercipta di jembatan milik kita..., untuk kita cari bersama sejuta pilihan itu, serta harapan dan mimpi yang tersisa, atau tidak sama sekali.
TO ALL MY SISTERS
Sisters, don't say you can't do anything...
No more lack of confidence
No more hesitation
Let us ask ourselves clearly this question,
What do we want ?
We want total and complete liberation
Let them mock us, a day will come
will no longer laugh
Is this day far away ?
What does it matter
We will have difficulty, suffering, struggles
Happiness will be for our sisters,
for the women born after us
Women reply to men who ask, "What do you want ?"
"What are you trying to do ?"
"We want reconstruct a new world with you,
where peace and truth will reign, we want justice
in every spirit, and love in every heart."
from La Voix des Femmes
No more lack of confidence
No more hesitation
Let us ask ourselves clearly this question,
What do we want ?
We want total and complete liberation
Let them mock us, a day will come
will no longer laugh
Is this day far away ?
What does it matter
We will have difficulty, suffering, struggles
Happiness will be for our sisters,
for the women born after us
Women reply to men who ask, "What do you want ?"
"What are you trying to do ?"
"We want reconstruct a new world with you,
where peace and truth will reign, we want justice
in every spirit, and love in every heart."
from La Voix des Femmes
IS THERE A TIME
Is there a time for keeping your distance ?
A time to turn your eyes away ?
Is there a time for keeping your head down ?
For getting on with your day ?
Is there a time for kohl and lipstick ?
A time for cutting hair ?
Is there a time for high street shopping ?
To find the right dress to wear ?
Is there a time to run for cover ?
A time for kiss and tell ?
Is there a time for different colours ?
Different names ?
You find it hard to spell
Is there a time for first communion ?
A time for East 17 ?
Is there a time to turn to Mecca ?
Is there time to be a beauty queen ?
Is there a time for tying ribbons ?
A time for Christmas trees ?
Is there a time for laying tables ?
And the night is set to freeze
(when the human right is for all people...and thanks to "first8"...)
A time to turn your eyes away ?
Is there a time for keeping your head down ?
For getting on with your day ?
Is there a time for kohl and lipstick ?
A time for cutting hair ?
Is there a time for high street shopping ?
To find the right dress to wear ?
Is there a time to run for cover ?
A time for kiss and tell ?
Is there a time for different colours ?
Different names ?
You find it hard to spell
Is there a time for first communion ?
A time for East 17 ?
Is there a time to turn to Mecca ?
Is there time to be a beauty queen ?
Is there a time for tying ribbons ?
A time for Christmas trees ?
Is there a time for laying tables ?
And the night is set to freeze
(when the human right is for all people...and thanks to "first8"...)
Thursday, 10 January 2008
UNTUK AIR MATA YANG TIDAK PERNAH TERTUMPAH
Atas nama untuk kebaikan, seorang perempuan muda menyerahkan bayi mungilnya untuk diasuh oleh pasangan suami istri yang tinggal di kota lain, yang memang telah lama menantikan suara tangis bayi di tengah-tengah mereka. Air matanya hanya tertahan di pelupuk mata. Dia berjanji untuk tidak bersedih. Terhampar di benaknya, sang lelaki yang hampir setahun lalu dilayaninya dengan penuh cinta, yang memberikan sperma hingga rahimnya dihuni oleh janin, dan sembilan bulan kemudian menjadi bayi, lalu lahir ke dunia. Semua diingatnya dengan baik. Namun, sepertinya tidak dengan takdir. Takdir berkata bahwa dia tidak boleh terlalu lama menikmati semua itu. Semua yang ia sayangi sampai hari ini. Sesaat dia berharap, ini tidak pernah terjadi pada dirinya. Ini hanyalah akibat yang ditanggung olehnya, ketika sesuatu dianggap keluar dari apa yang sudah disepakati bersama dalam kehidupan perempuan itu dengan mahluk hidup lain, termasuk bapak, ibu, dan saudara-saudaranya yang tinggal di kampung halaman. Perempuan itu sudah terlanjur menyepakati segala perjanjian moral, tentang dogma, hukum adat, dan semua yang dianggap benar sebagai pedoman hidupnya sebagai manusia. Jadi, wahai umat manusia, bagi semua yang ingin disebut bermoral...ketahuilah...bahwa adalah salah ketika seorang bayi lahir karena benih cinta, dari rahim seorang perempuan yang dianggap melanggar segala perjanjian moral, tanpa boleh membela diri bahwa ia memang mencintai lelakinya, dan itu adalah aib pada saat seorang perempuan tidak dapat menyebutkan siapa yang menjadi bapak dari anaknya, tanpa semua mengetahui bahwa dirinya juga terluka jika semua itu terjadi dengan terpaksa, dan ini sesuatu yang tidak ber peri-kemanusiaan, ketika seorang perempuan harus merelakan buah hatinya kepada yang lain, karena keterbatasan yang ia miliki, tanpa pertimbangan bahwa betapa bersalah perasaannya ketika harus berpisah dengan sang buah hati.
Kini, perempuan itu berjalan di tepian sunyi tanpa akhir. Dia berusaha meyakini, bahwa segala yang terjadi adalah yang terbaik bagi dirinya, sang buah hati, dan juga lelakinya, dan pula untuk semua yang menyayanginya di kampung halaman. Si lelaki hanya menemani dalam bayangan, pun buah hatinya itu. Perempuan itu sudah kehilangan keberanian untuk mengakui bahwa dirinya memang terluka. Dia menafikkan bahwa semua yang berkaitan dengan moral itu telah menghilangkan separuh jiwanya. Dia tidak pernah bisa berkata dirinya amat sangat terluka, dirinya muak dengan semua orang yang bicara atas nama moral, tanpa mempedulikan juga sisi-sisi lain dari kemanusiaan.
Namun, jauh di lubuk hatinya, ia tetap yakin bahwa Tuhan selalu mengasihi umat-Nya, tanpa terkecuali...
Kini, perempuan itu berjalan di tepian sunyi tanpa akhir. Dia berusaha meyakini, bahwa segala yang terjadi adalah yang terbaik bagi dirinya, sang buah hati, dan juga lelakinya, dan pula untuk semua yang menyayanginya di kampung halaman. Si lelaki hanya menemani dalam bayangan, pun buah hatinya itu. Perempuan itu sudah kehilangan keberanian untuk mengakui bahwa dirinya memang terluka. Dia menafikkan bahwa semua yang berkaitan dengan moral itu telah menghilangkan separuh jiwanya. Dia tidak pernah bisa berkata dirinya amat sangat terluka, dirinya muak dengan semua orang yang bicara atas nama moral, tanpa mempedulikan juga sisi-sisi lain dari kemanusiaan.
Namun, jauh di lubuk hatinya, ia tetap yakin bahwa Tuhan selalu mengasihi umat-Nya, tanpa terkecuali...
MAKNA HIDUP
Hidup haruslah dengan cinta
kasih sayang
kebersamaan
ketulusan
Mata hati sebagai alatnya
ucap maaf bila salah terjadi
ikhlas jadi tujuan bila berbuat
syukur untuk segala yang diterima
Berbeda bukanlah dosa
tapi sesuatu yang menyatukan segala
pada satu nafas
satu denyut nadi
untuk sekarang dan selamanya
kasih sayang
kebersamaan
ketulusan
Mata hati sebagai alatnya
ucap maaf bila salah terjadi
ikhlas jadi tujuan bila berbuat
syukur untuk segala yang diterima
Berbeda bukanlah dosa
tapi sesuatu yang menyatukan segala
pada satu nafas
satu denyut nadi
untuk sekarang dan selamanya
BAGIMU SAHABAT
Tawa dan tangis itu milik kita
yang hadir dari ketulusan jiwa
yang terurai dari makna sahaja
akan arti kita berdua
Janji dan setia itu punya kita
yang tertanam di ladang hati
tersemai indah sampai senja
karena itu adanya kita
yang hadir dari ketulusan jiwa
yang terurai dari makna sahaja
akan arti kita berdua
Janji dan setia itu punya kita
yang tertanam di ladang hati
tersemai indah sampai senja
karena itu adanya kita
CERITA PENJUAL BUAH
Sore itu di tengah kota
seorang ibu penjual buah
berjalan bersama gadis kecilnya
merayapi bising kota
tangan mereka terkait erat
menapaki jalan yang kian padat
Hingga tiba disuatu tempat
gadis mungil itu berucap,
"Bu, lihat lucunya boneka itu..."
telunjuknya bergerak pasrah
Dan ibunya pun menjawab,
"Bila waktuku mampu ?"
Mata sang ibu mengiba maaf
lalu untuk kesekian kalinya
gadis kecil itu menahan air mata
seorang ibu penjual buah
berjalan bersama gadis kecilnya
merayapi bising kota
tangan mereka terkait erat
menapaki jalan yang kian padat
Hingga tiba disuatu tempat
gadis mungil itu berucap,
"Bu, lihat lucunya boneka itu..."
telunjuknya bergerak pasrah
Dan ibunya pun menjawab,
"Bila waktuku mampu ?"
Mata sang ibu mengiba maaf
lalu untuk kesekian kalinya
gadis kecil itu menahan air mata
NISTA
Kenistaan yang teramat sangat
bagi dirimu yang berlalu
tanpa tahu dimana maknamu
bahwa kamu manusia.....
bagi dirimu yang berlalu
tanpa tahu dimana maknamu
bahwa kamu manusia.....
PULAU PRAMUKA
Senja kemerahan
laut biru yang syahdu
mengajakku bersimpuh dan membisu
Camar kembali pulang
bangau bergegas pergi
tinggalkan aku sendiri
menanti di dermaga hati
sore itu di Pulau Pramuka
laut biru yang syahdu
mengajakku bersimpuh dan membisu
Camar kembali pulang
bangau bergegas pergi
tinggalkan aku sendiri
menanti di dermaga hati
sore itu di Pulau Pramuka
TERTAWALAH
Tertawalah untuk setiap dukamu
Tertawalah dengan hatimu
Tertawalah bagi resah gelisahmu
dan...tertawalah dengan ikhlasmu
Tertawalah dengan hatimu
Tertawalah bagi resah gelisahmu
dan...tertawalah dengan ikhlasmu
SAHABAT KECILKU
Sahabat-sahabat kecilku
bagaimana hari ini denganmu ?
Aku datang dengan jiwa
tuk melihat senyum itu
yang selalu terhias untukku
Aku tiba dengan hati
bagi segenap asa
yang kau impikan di setiap malammu
Sahabat-sahabat kecilku
aku temani kalian
bermain dengan bintang
Aku ikut besertamu
mencari bulan
berkelana bersama angin
Sahabat-sahabat kecilku
candamu adalah karibku
dukamu adalah doaku
Beri semua untukku
dan aku adalah untukmu
untuk sahabat kecilku
bagaimana hari ini denganmu ?
Aku datang dengan jiwa
tuk melihat senyum itu
yang selalu terhias untukku
Aku tiba dengan hati
bagi segenap asa
yang kau impikan di setiap malammu
Sahabat-sahabat kecilku
aku temani kalian
bermain dengan bintang
Aku ikut besertamu
mencari bulan
berkelana bersama angin
Sahabat-sahabat kecilku
candamu adalah karibku
dukamu adalah doaku
Beri semua untukku
dan aku adalah untukmu
untuk sahabat kecilku
UNTUK MALAM
Hai malam...
datanglah padaku
selimuti aku dengan kelammu
sapalah diriku saat hening
walau hanya kujawab dengan bisu
tapi percayalah....
semua itu jujur adanya
datanglah padaku
selimuti aku dengan kelammu
sapalah diriku saat hening
walau hanya kujawab dengan bisu
tapi percayalah....
semua itu jujur adanya
TANAH CINTA
Ini adalah tanah cinta
tempatku bertaut dengan segala rasa
Ini ialah tanah cinta
tempatku mengabdi pada alamnya
Ini tanah cinta
dimana kukagumi semua leluhurnya
kubanggakan dengan sepenuh hati
hingga suatu saat nanti
aku mati dengan harga diri
tempatku bertaut dengan segala rasa
Ini ialah tanah cinta
tempatku mengabdi pada alamnya
Ini tanah cinta
dimana kukagumi semua leluhurnya
kubanggakan dengan sepenuh hati
hingga suatu saat nanti
aku mati dengan harga diri
KAU
Kau datang seadanya
saat diamku luap
Kau jejakan tapak
ketika langkahku lesu
Kau nyata dalam maya
Kau pasti di keraguan
namun kau bisu untuk kataku
Bila kau pun tahu ?
saat diamku luap
Kau jejakan tapak
ketika langkahku lesu
Kau nyata dalam maya
Kau pasti di keraguan
namun kau bisu untuk kataku
Bila kau pun tahu ?
KANGEN
Tiba-tiba ia hadir
menyelinap di mimpiku
indah sekali
Jauh untuk melihatnya
untuk merangkulnya
tapi tidak untuk merindunya
menyelinap di mimpiku
indah sekali
Jauh untuk melihatnya
untuk merangkulnya
tapi tidak untuk merindunya
PERASAAN
Rasa itu datang tanpa permisi
bertahta tanpa ampun
menyampaikan pesan nurani
akan sesuatu yang mulia
Dan aku menikmatinya
di setiap helai nafas
bertahta tanpa ampun
menyampaikan pesan nurani
akan sesuatu yang mulia
Dan aku menikmatinya
di setiap helai nafas
PERGILAH !
Pada saatnya kujumpai waktu
yang akan membawaku kepadamu
yang selalu berkata padaku
tentang siapa dirimu
Kita mengerti akan perasaan
namun menyangkal pada kenyataan
Apakah.....?
Mungkinkah......?
Lantas........pergilah !
yang akan membawaku kepadamu
yang selalu berkata padaku
tentang siapa dirimu
Kita mengerti akan perasaan
namun menyangkal pada kenyataan
Apakah.....?
Mungkinkah......?
Lantas........pergilah !
SIANG ITU DI NUSA DUA
Ombak pantai Nusa Dua memecah telinga
kilau laut pun memantul indah
bau pasir melekat erat
membantuku untuk memahami
riwayat syahdu lukisanmu
Kau ceritakan untukku
kau bacakan buatku
semua gambaran karyamu
Kini dalam setiap mimpi
dalam sebuah kenangan
kurenungkan semuanya
siang itu di Nusa Dua
kilau laut pun memantul indah
bau pasir melekat erat
membantuku untuk memahami
riwayat syahdu lukisanmu
Kau ceritakan untukku
kau bacakan buatku
semua gambaran karyamu
Kini dalam setiap mimpi
dalam sebuah kenangan
kurenungkan semuanya
siang itu di Nusa Dua
JIWA RETAK
Jiwaku retak
puing-puingnya berserakan
terhempas bersama angin
hilang di gurun hati
yang tandus
Kebisuan hanya jawaban
di pencarian yang fana
Kucari dan terus kucari
hingga mimpi usai
karena aku menyayangi
jiwaku yang retak
puing-puingnya berserakan
terhempas bersama angin
hilang di gurun hati
yang tandus
Kebisuan hanya jawaban
di pencarian yang fana
Kucari dan terus kucari
hingga mimpi usai
karena aku menyayangi
jiwaku yang retak
KEYAKINAN
Saat aku di keterasingan malam
tiada yang dapat kupahami
pada warnaku yang hampa
kecuali.......keyakinanku
Keyakinan yang harus kuperjuangkan
untuk kupersembahkan kepada hidup
adalah nyata.......tanpa terkecuali.
tiada yang dapat kupahami
pada warnaku yang hampa
kecuali.......keyakinanku
Keyakinan yang harus kuperjuangkan
untuk kupersembahkan kepada hidup
adalah nyata.......tanpa terkecuali.
Subscribe to:
Comments (Atom)
